Social Icons

Selasa, 10 Maret 2015

Optoelektronika

Elektro-optika
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini bukan mengenai optoelektronika.
Elektro-optika adalah cabang ilmu bidang teknologi yang melibatkan komponen, alat, dan sistem yang yang bekerja dengan memodifikasi sifat optik dari suatu material dengan medan listrik. Sehingga ilmu ini mempelajari interaksi antara sifat elektromagnetisme (optik) dan sifat listrik (elektron) dari suatu benda.

Alat elektro-optika

Alat elektro-optika terkait dengan perubahan sifat dari medium yang juga ditunjukkan dengan perubahan birefringence (perubahan indeks bias akibat perubahan polarisasi dan propagasi arah cahaya). Pada efek Kerr, perubahan birefringence adalah proporsional dengan kuadrat dari medan listrik, dan medium yang digunakan adalah cairan. Pada efek Pockels, perubahan birefringence bervariasi secara linear terhadap medan listrik, dan medium yang digunakan adalah kristal. Bahan non-kristalin, seperti polimer, semakin banyak digunakan untuk membuat material elektro-optika karena biaya produksi yang murah.

elektronika

   Bekerja dan belajar di bidang elektronika adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan, apalagi dengan dasar sebuah hobi.
   Bagaimana cara memulai belajar elektronika? Banyak buku-buku panduan begitu mudah di dapat kan di pasaran yang dijual beragam harga, tergantung isi dan kwalitas buku tentunya. Selain itu banyak tutorial-tutorial tentang elektronika yang ditulis dalam artikel di internet dalam blog maupun web.
   Pada dasarnya belajar elektronika selalu dimulai dengan pengenalan dasar komponen-komponen elektronika itu sendiri. Dan untuk tahap selanjutnya baru masuk kedalam pemahaman yang lebih mendalam, misalnya pembvuatan sirkuit/rangkaian elektronika dalam skala dasar maupun yang lebih kompleks.
Sensor cahaya adalah komponen elektronika yang dapat/berfungsi mengubah suatu besaran optik (cahaya) menjadi besaran elektrik. Sensor cahaya berdasarkan perubahan elektrik yang dihasilkan dibagi menjadi 2 jenis yaitu : Photovoltaic : Yaitu sensor cahaya yang dapat mengubah perubahan besaran optik (cahaya) menjadi perubahan tegangan. Salah satu sensor cahaya jenis photovoltaic adalah solar cell. Photoconductive : Yaitu sensor cahaya yang dapat mengubah perubahan besaran optik (cahay) menjadi perubahan nilai konduktansi (dalam hal ini nilai resistansi). Contoh sensor cahaya jenis photoconductive adalah LDR, Photo Diode,Photo Transistor.

Solar Cell simbol solarcell,solar cell,solarcell,panel surya,fungsi sel surya,definisi sel surya,pengertian solar cell Solar cell merupakan jenis sensor cahaya photovoltaic, solar cell dapat mengubah cahaya yang diterima menjadi tegangan. Apabiola solar cell menerima pancaran cahaya maka pada kedua kaki solar cell akan muncul tegangan DC sebesar 0,5 Vdc sampai 0,6 Vdc untuk tiap cell. Aplikasi solar cell yang paling sering kita jumpai adalah pada calculator. LDR (Light Dependent Resistor) Simbol LDR (Light Dependent Resistor),LDR,definisi LDR,pengertian LDR,fungsi LDR LDR (Light Dependent Resistor) adalah sensor cahaya yang dapat mengubah besaran cahaya yang diterima menjadi besaran konduktansi. Apabila LDR (Light Dependent Resistor) menerima cahaya maka nilai konduktansi antara kedua kakinya akan meningkat (resistansi turun). Semakin besar cahaya yang diterima maka semakin tinggi nilai konduktansinya (nilai resistansinya semakin rendah). Aplikasi LDR salah satunya pada lampu penerangan jalan yang akan menyala otomatis pada saat cahaya matahari mulai redup. Photo Diode simbol photo diode,photo diode,dioda foto,definisi dioda foto,sensor dioda foto Photo diode adalah sensor cahaya yang mengadopsi prinsip dioda, yaotu hanya akan mengalirkan arus listrik satu arah saja. Sama seperti LDR, photo diode juaga akan mengubah besaran cahaya yang diterima menjadi perubahan konduktansi pada kedua kakinya, semakin besar cahaya yang diterima semakin tinggi juga nilai konduktansinya dan sebaliknya. Pada photo diode walaupun nilai konduktansi tinggi (resistansi rendah) tetapi arus listrik hanya dapat dialirkan satu arah saja dari kaki Anoda ke kaki Katoda. Photo Transistor simbol photo transistor,photo transistor,foto transistor,definisi photo transistor,aplikasi foto transistor Photo transistor adalah sensor cahaya yang dapat mengubah besaran cahaya menjadi besaran konduktansi. Photo transistor prinsip kerjanya sama halnya dengan transistor pada umum, fungsi bias tegangan basis pada transistor biasa digantikan dengan besaran cahaya yang diterima photo transistor. Pada saat photo transistor menerima cahaya maka nilai konduktansi kaki kolektor dan emitor akan naik (resistansi kaki kolektor-emitor turun).

Read more at:
http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/jenis-sensor-cahaya/
Copyright © Elektronika Dasar
Suatu hal yang sangat menarik untuk kita di dalam mempelajari komponen elektronika, adalah mendalami tentang komponen elektronika optik, atau lebih dikenal dengan istilah opto-elektronik. Mengapa demikian? Karena semua komponen opto-elektronik selalu berhubungan dengan cahaya, baik komponen tersebut bekerja karena ada cahaya, atau menghasilkan cahaya, atau mengubah cahaya.
Sebagai pengingat kembali, kita mulai dari pengertiannya lebih dahulu, bahwa: komponen opto-elektronik adalah komponen-komponen yang dipengaruhi oleh sinar (opto-listrik), komponen-komponen pembangkit cahaya (light-emitting), dan komponen-komponen yang mempengaruhi atau mengubah sinar.

Komponen opto-listrik dapat dikatagorikan sebagai:
  • Foto emisi: disini, radiasi yang mengenai katoda, menyebabkan elektron-elektron di-emisikan dari permukaan katoda itu. Contohnya: tabung pengganda foto, LED (Light Emitting Diode), LCD (Liquid Crystal Dinamic), dan dioda laser (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation)
  • Foto konduktif: disini, bila komponen disinari, maka resistansi bahan berubah. Contohnya: dioda foto (diberi tegangan mundur) dan LDR.
  • Foto voltaik: komponen ini akan membangkitkan tegangan pada output yang sebanding dengan kekuatan radiasi. Contohnya: dioda foto (tanpa diberi tegangan), solar cell, transistor foto, darlington foto, FET foto, dan opto electronic coupler.
Semua jenis foto emisi, biasanya menghasilkan sinar dan perpendaran (menjadi cemerlang) sampai menghasilkan sinar yang amat kuat yang dapat mengelas logam. Pada LED akan menghasilkan sinar yang bermacam-macam warna-nya, tergantung dari jenis semikonduktor yang digunakan dan komponen ini umurnya panjang serta kuat, sehingga saat ini banyak digunakan sebagai pengganti lampu rem pada mobil atau sepeda motor. Sedangkan perkembangan LCD sangat pesat dan banyak digunakan sebagai pengganti layar tabung monitor komputer atau TV. Pada sinar laser, banyak digunakan juga pada kedokteran, pengukuran yang presisi pada industri, dan lain-lain.

Untuk foto konduktif, komponen ini akan mempunyai resistansi sangat besar (di atas 100 K-Ohm) saat tidak disinari, dan hanya beberapa ratus ohm saat disinari, dan biasanya digunakan pada lampu taman otomatis. Coba, buatlah/carilah rangkaian taman otomatis dengan menggunakan LDR, dimana saat mulai senja maka lampu ditaman atau diteras rumah mulai menyala secara otomatis (pahamilah! cara kerja rangkaian tersebut mengapa bisa demikian).

Untuk komponen foto voltaik, akan menghasilkan tegangan/arus jika disinari, dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah solar cell yang dipakai sebagai penghasil tegangan untuk pengisian baterai sebagai pengganti sumber daya saat listrik AC padam (Coba, kita cari tahu tentang hal itu).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates